Sabtu, 04 Januari 2014

KESPRO

Hak kesehatan merupakan hak dasar yang harus dimiliki oleh setiap warga
Negara; dan Negara berkewajiban memenuhi hak dasar tersebut disamping hak
pendidikan dan kehidupan yang layak. Meskipun demikian, sejauh ini masalah
kesehatan masyarakat terutama berkaitan dengan pelayanan kesehatan dasar dan
kesehatan reproduksi perempuan masih belum menjadi perhatian yang serius dari
pemerintah. Kesehatan reproduksi perempuan termasuk dalam hal ini adalah
pelayanan kesehatan reproduksi belum menjadi perhatian yang cukup serius dari
pemerintah meskipun kesehatan reproduksi perempuan sangat penting karena
kekhususan peran yang harus dilakukan oleh perempuan. Apalagi pemerintah
Indonesia sebenarnya sudah menandatangani kesepakatan tentang kesehatan
reproduksi dan kependudukan baik di Kairo maupun di Beijing; termasuk kesepakatan
MDGs dan meratifikasi ECOSOC. Namun selama ini masalah kesehatan reproduksi
perempuan masih sebatas bahwa perempuan sebagai obyek pembangunan
dibandingkan dengan subyek pembangunan yang seharusnya terpenuhi hak-hak
kesehatan reproduksinya.
Beberapa hal yang menjadi indikator antara lain angka kematian ibu di
Indonesia masih cukup tinggi yaitu 228 versi pemerintah dan 407 per 100.000
kelahiran hidup versi laporan independen lembaga dunia. Kondisi ini tentu saja sangat
memprihatinkan; namun pemerintah kurang menunjukkan political will yang baik
untuk menyelesaikan masalah kesehatan reproduksi perempuan ini termasuk
HIV/AIDS, di mana perempuan sangat rentan terhadap HIV/AIDS ini. Pada saat ini
angka HIV/AIDS di Indonesia mengalami kenaikan yang sangat tajam; dan hampir
mencapai 20.000 penderita yang terdeteksi oleh Departemen Kesehatan RI. Problem
yang lain berkenaan dengan pelayanan KB terhadap para akseptor KB, di mana banyak
perempuan yang mengalami gangguan setelah menggunakan alat kontrasepsi KB
hormonal yang tidak sesuai dengan kondisi tubuhnya. Situasi tersebut disebabkan oleh
terbatasnya pilihan alat kontrasepsi yang tersedia dan kurang terjangkaunya biaya
pembelian alat kontrasepsi terutama untuk keluarga-keluarga miskin.

Senin, 21 Mei 2012

 PILKADA OH PILKADA . . . . . . . . .

Ajang umbar janji nih.......mengapa ya para calon pemimpin kita senang mengumbar janji-janji palsunya....padahal rekan-rekannya banyak yang "terpeleset" di ranah politik dan kena janjinya sendiri.......
mengapa mental para pemimpin kita segitu murahnya mengumbar janji-janjinya.....atau jangan-jangan pemimpin kita itu "Murahan" ya.....entahlah..........
mengapa oh mengapa........mereka tidak sadar bahwa saati ini masyarakat Indonesia sudah pintar dalam memilih2 seorang pemimpin...... (terkadang "terpeleset" juga.......)
Mengapa oh mengapa...........giliran ada pemimpin dan SDM yang berkualitas malah di hengkang dari negara ini......seperti Bapak Tekhnologi dan Demokrasi Indonesia, Bapak BJ. Habibie....
Seharusnya para pemimpin2 kita perlu mencontoh beliau deh, karena beliau begitu tegas dan responsif terhadap keganjilan2 yang ada di Indonesia. Beliau adalah orang yang memiliki citra yang positif bagi bangsa Indonesia. 
Orang sehebat beliau pun dibuang dan di sia2kn oleh Indonesia, sehingga beliau di ambil dan dimanfaatkan oleh negara Jerman......padahal bliau memiliki kecerdasan yang sangat amat luar biasa. tentunya memiliki kejujuran yang sangat bisa di andalkan........
Untuk itu, kita tunggu kabar selanjutnya bagaimana nasib bangsa Indonesia ke depan yang memiliki para pemimpin bangsa yang seperti itu...........

Para Calon pemimpin Cilacap kelak, jangan suka umbar-umbar janji y.......kasihanilah kami warga miskin yang sudah sengsara.........jangan menambah sengsara lagi.........
Kami percaya kepada kau wahai para Calon2 bupati cilacap.......FAIR PLAY  y....


Senin, 17 Oktober 2011

Cilacap "Bercahaya"

 Setiap kota memiliki slogan-slogan yang mana slogan tersebut sebagai suatu ciri khas dari kota ataupun kabupaten tersebut. Sungguh ironis jika penduduk/warganya sendiri tidak mengerti apa maksud dari slogan yang dibuat oleh pemerintah sendiri. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya ketidakpedulian pemerintah dalam menjelaskan maksud dan tujuan dari slogan tersebut, selain itu banyak warga masyarakat yang tidak peduli dengan slogan tersebut karena mereka beranggapan bahwa hal itu tidak penting baginya, yang penting mereka bisa makan.
Kita sempitkan ruang lingkup pembahasan kali ini, pembahasan kita kali ini permasalahan di kota cilacap. Penulis sudah sering menuliskan masalah-masalah yang dihadapi oleh kota cilacap ini. Masalah yang satu ini tidak kalah tragisnya dengan Korporatokrasi Pihak Elite, ini merupakan masalah yang  menyangkut harga diri sebuah kota Cilacap.
Dahulu pernah tersiar kabar di media elektronik nasional bahwa ketika orang nomor satu di kabupaten Cilacap itu ditanyakan masalah makna yang terkandung dari slogan "Cilacap Bercahaya", ternyata orang nomor satu tersebut tidak bisa menjawabnya.......
Apakah hal itu bisa dimaklumi, ketika orang nomor satu di kabupaten yang ia pimpin ternyata tidak tahu menahu mengenai sejarah berdirinya kabupatennya sendiri. Sungguh sangat disayangkan apabila ada seorang pemimpin yang seperti itu, apalagi ia sedang diwawancara oleh stasiun televisi nasional. Jika pemimpin nomor satu saja tidak mengetahui apa makna yang terkandung dari sebuah slogan "Cilacap Bercahaya" apalagi kita sebagai warga masyarakat biasa...........Masyarakat hanya sekadar mengetahui kepanjangan dari kata "Bercahaya", namun bukan itu maksud penulis. Jikalau hanya sekadar mengetahui kepanjangan dari kata tersebut saja anak SD pun tahu apa kepanjangan dari "Bercahaya".
Ini merupakan sebuah cambukan yang dahsyat bagi pemimpin dari seluruh kabupaten, tidak hanya untuk Cilacap saja, karena apa? Karena seyogyanya seorang pemimpin seharusnya terlebih dahulu mengetahui seluruh elemen-elemen yang ada. Kalau perlu, adakan test yang tujuannya untuk mengetahui seberapa jauhkah pemahaman calon pemimpin sebelum diadakannya pemilihan calon pemimpin.
Berikanlah komentar yang membangun khususnya bagi yang mengetahui apa maksud dan tujuan dari slogan "Cilacap Bercahaya" silahkan kirimkan penjelasannya.........

Sabtu, 08 Oktober 2011

Cilacap Bercahaya (Koorporasi Pemerintah)

 Sudah 155 tahun sudah usia Kabupaten Cilacap, namun perkembangan dan kemajuan kota Cilacap sedikit demi sedikit mengalami perubahan, akan tetapi tidak pasti.
Hal ini entah di sebabkan oleh pemkabnya sendiri yang tidak mampu untuk membawa kota cilacap ke arah yang lebih maju ataukah masyarakatnya yang tidak ingin ke arah kemajuan. Ini menjadi "PR" kita semua, baik dari lini pemkabnya sendiri dan masyarakatnya sendiri. Karena Usia 155 tahun adalah waktu yang lama untuk dapat maju. 
Idealnya, suatu Program memiliki konsep yang disusun secara sistematis dan realistis dengan mempertimbangkan berbagai perangkat dan persoalan yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap seluruh program. Sistematis dalam arti bahwa suatu program adalah tahapan paling awal dari beberapa tahapan pencapaian suatu cita-cita jangka dan cita-cita ideal serta realistis karena mempertimbangkan berbagai unsur yang berpengaruh terhadap kemungkinan bisa atau tidaknya suatu program dilaksanakan.
Saat ini pemerintah kabupaten sedang menggencar-gencarkan suatu program yang berbunyi "Bangga Mbangun Desa".  Apakah program ini sudah ada yang terealisasi dan berapa persenkah program tersebut terealisasi?
Baliho-baliho raksasa telah dipasang di setiap sudut kota cilacap, spanduk-spanduk raksasa juga turut dipasang jua, di daerah-daerah terpencilpun tidak luput dari pemasangan spanduk-spanduk dan baliho-baliho tersebut. Sungguh tragis, apa yang ditulis di baliho-baliho dan spanduk-spanduk raksasa tidak relevan dan realistis dengan apa yang ada di Lapangan. Jalan-jalan diperkampungan, dipedesaan, di daerah terpencil masih banyak yang rusak, masih banyak daerah-daerah yang belum tersentuh sama sekali oleh pemerintah. Hanya saja, ketika Bupati lewat saja jalan yang rusak-rusak tadi baru diperbaiki, namun, kualitas jalan tersebut sangat jelek, sehingga ketika Bupati Cilacap sudah lewat, jalan tersebut rusak lagi, karena perbaikan jalannya hanya bersifat dadakan or "ABS (Asal Bapak Senang)". Jika seperti ini terus, apakah hanya sebatas Slogan saja??????
Yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah bentuk nyata dari sebuah program, bukan hanya Slogan atau apapun itu.......................Akan tetapi masyarakat Cilacap tidak ada yang berani untuk mengungkapkannya, entah apa yang menghalangi niat baik tersebut atau mungkin ada semacam "tekanan" dari berbagai pihak......................Sungguh ironis bukan..................
Mari Bersama Bangun Kota Cilacap yang kita cintai ini agar lebih Bercahaya bukan Berbahaya.............
by: Ariefsyamsanginspirator.blogspot.com


Jumat, 15 Juli 2011

Nilai Akhir Apkom FAI/UMY 2010-2011

No
Nama
Nilai UTS
Nilai UAS
Kehadiran
Tugas
Hasil Akhir
Huruf
1
20090720057
75
90
85
60
78
B
2
Sulistiono Shalladdin Albany
80.5
85
85
80
83
A
3
20100720006
77
74
85
78
79
A
4
Wahyu Budi Nugraha
80.5
70
85
75
77
B
5
Kurnia Ika Widyaningsih
70
70
85
70
74
B
6
Tri Mei Lestari
70
68
85
75
75
B
7
Dwi Fajar Sulistyaningsih
70
68
85
75
75
B
8
Ardita
65
70
85
70
73
B
9
20100720015
75
75
85
80
79
A
10
Umi Hanisah
70
75
85
79
77
B
11
Abdul Aziz Hasan
65.5
70
85
65
73
B
12
20100720018
77
68
85
80
78
B
13
Mohd. Ardian Fajar Subqi
70
70
85
75
75
B
14
20100720020
70
68
85
75
75
B
15
20100720022
65
85
85
80
79
A
16
20100720023
78.5
75
85
75
78
B
17
Azizah Choirunnisa Rachma
65.5
75
85
85
82
A
18
Fandi Akhmad
80.5
74
85
73
77
B
19
Nurwiji Astuti
60
64
85
60
67
C
20
Eka Nur Astuti
66
68
85
78
74
B
21
Erfina Dyah Anggraheni
65
68
85
85
76
B
22
Sholahuddin Zuhri
76
64
85
70
74
B

Selasa, 07 Juni 2011

Ujian Semester Apkom


Ujian Akhir Semester
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
FAKULTAS AGAMA ISLAM
Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011
_________________________________________________________________________
Mata Kuliah : Aplikasi Komputer Pendidikan
Hari,tanggal : Rabu, 08 Juni 2011
Dosen : Drs. Arif Budi R, M.Si
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Waktu : 5 Jam (08.00 - 13.00)
Sifat : Tutup Buku

Berikut ini adalah data anak yang mendapatkan Beasiswa di Kota Cilacap
(10 Kecamatan)
Tahun Ajaran 2006-2010

Jenjang 2006 2007 2008 2009 Jenjang 2006 2007 2008 2009
SD 20 34 43 34 SMA 23 13 23 23
30 22 23 34 22 23 32 23
20 22 33 34 12 24 24 32
30 33 50 40 14 14 15 5
30 35 53 40 34 34 15 34
30 35 40 40 45 43 23 32
45 43 40 40 42 24 24 14
50 55 43 45 24 35 35 35
45 35 24 40 35 35 42 24
33 35 45 40 25 25 25 25

SMP 30 43 45 15 Perguruan Tinggi 10 15 5 10
40 55 45 50 11 10 6 6
30 35 64 55 15 10 4 4
34 25 53 45 11 10 5 10
53 35 35 45 10 10 1 9
53 53 45 45 10 10 1 0
24 57 55 35 5 10 5 0
34 45 56 26 5 10 5 1
56 35 30 25 5 15 5 0
53 25 30 20 15 10 1 2






1. Masukkan data tersebut ke dalam SPSS
2. Analisislah data tersebut (frequencies, means, average, max, min, dan charts)
3. Berdasarkan data yang telah Anda analisis, sudah sudah adilkah Kota Cilacap dalam hal pembagian beasiswa dari tahun ke tahun, berikan alasanmu?
4. Tuangkan hasil analisis Anda ke dalam Microsoft Word dan Microsoft Power Point dengan format Power Point Slide Show dan sisipkan juga sebuah musik lalu berilah kesimpulan Anda.
--------------------Selamat mengerjakan, dilarang keras bekerja sama----------------
Masing-masing file dimasukkan kedalam satu folder dan diberi nama UASPAI (nama)spasi(tahun angkatan) dan di kirim ke alamat email: ariefsyamcilacp@gmail.com dalam waktu yang telah ditentukan, selebihnya akan dianggap mengulang.

Jumat, 17 Desember 2010

LOMBA MAPSI TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

Pelaksanaan lomba Mapsi Tingkat Provinsi Jawa Tengah akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 27 Desember 2010 di Asrama Haji Donohudan Boyolali.
Kegiatan ini di ikuti oleh siswa - siswa Sekolah Dasar se-Jawa Tengah dan kegiatan ini telah menelan dana sekitar Rp. 23. 850.000,-
Dan untuk peserta pendukung direncanakan akan berangkat tanggal 27 Desember 2010 jam 05.00 WIB. Jumlah peserta pendukung acara tsb kurang lebih ada 59 peserta, peserta pendukungnya dari beberapa elemen termasuk dari kepala UPT Cilacap.
 
;